Bab 35

1008 Words

Nara melenguh ketika bangun dari tidurnya. Dia membuka mata dengan tidak nyaman karena cahaya pagi menyeruak masuk tanpa terhalang sama sekali. "Uh, sakit," keluhnya dengan suara serak. Nara terdiam lama, mengingat semalam. Hingga dia mendengar suara yang membuatnya kepalang malu. "Jadi kamu bisa tidur nyenyak setelah memohon padaku, Nara?" Deg. Nara mengerjap, menatap Devan yang duduk di kusen jendela sembari menontonnya. Blush! Wajahnya panas seketika, panik, dia menutupi tubuhnya dengan selimut segera. "Ka--kamu enggak kerja?" Sial. Kenapa Devan malah ada di kamar begini? Pertama kalinya. Devan diam saja, wajahnya tanpa ekspresi dan tatapan matanya selalu tajam siap menguliti Nara. "Aku pemilik perusahaannya, terserah padaku." Ya, memang. Nara tak bisa menyangkal status De

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD