Bab 38

1358 Words

“Di mana dia?” Devan memasuki kamar penthouse khusus di tower sebelah yang memang menjadi tempat singgah tamu-tamu pesta. Dia tak perlu meminta izin untuk mendapatkan akses masuk, karena pemilik gedung apartemen dan hotel ini adalah miliknya. Devan dihadang dua orang tetapi mereka juga takut-takut saat harus mencegah Devan. “Minggir,” desis Devan dengan tatapan penuh mengancam. Kedua pria itu saling bersitatap. Ragu. “Atau saya harus mematahkan kedua kaki kalian?” ancamnya seketika. Saat itu kedua penjaga yang memang berjaga menelan salivanya susah payah, mereka tahu betul sepak terjang Devan, termasuk Julian tentu saja. “Tapi Pak, Pak Petra sedang siap-siap--” Julian segera maju, “itu menjadi urusan Pak Devan. Sekarang, kalian hanya perlu menyingkir kalau tidak mau mendapatkan mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD