“Sial.” Devan melemparkan umpatan dengan suara mendesis, berjalan dengan langkah lebar yang terburu-buru. Julian segera menghadang Devan. “Anda masih ada pertemuan--” “Batalin, Julian. Gue harus balik ke rumah.” Julian tidak pernah mendapati Devan membatalkan schedule pekerjaannya, termasuk rapat. “Tidak bisa, rapat ini untuk memilih direktur keuangan yang baru. Apa anda akan membatalkannya begitu saja? Saya belum pernah melihat anda seperti ini.” Devan memandang Julian dengan dingin, rahangnya ikut mengetat, dia sedang berpikir sekarang. Rekaman CCTV itu menunjukkan sesuatu pada Nara. “Minta Dokter Mira mengecek rumah, Julian,” perintahnya. Julian masih tidak paham itu. “Untuk apa, Pak?” “Nara.” Devan menekankan satu kata, nama wanita yang ada di kediamannya. Julian masih tidak pa

