39

1381 Words

KANIA berjalan cepat sebisanya mendahului Alby menuju kamar, yang penting mengambil jarak sebelum terkurung bersama Alby. Apa yang baru saja terjadi? Kenapa dia melakukan itu? Dia mencium Barry. Demi Tuhan! Dia tidak pernah menyukai sesuatu yang rumit. Tetapi kenapa dia membuat semua ini menjadi rumit? "Ada apa, Kania?" tanya Alby saat mereka sampai di kamar Kania, bersandar pada tembok pemisah ruang tidur dan kamar mandi. Sementara Kania meredakan lelah, duduk di kursi panjang depan ranjang.        Untuk sesaat Kania mengamati Alby yang menjulang di depannya. Jantungnya mulai berdebar kencang dan gelombang panas menyapu badannya. Alby memakai setelan jas, tanpa dasi dan tiga kancing teratas kemeja lelaki itu terbuka. Kania menelan ludah, berharap mampu menyembunyikan setiap rasa yang be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD