SUDAH berminggu-minggu berlalu sejak Laras pindah ke Yogyakarta. Tetap sama. Dia belum dapat pekerjaan dan teman yang cocok, jadi sehari-hari dia fokus menghilangkan sepi. Berjalan-jalan dari satu mall ke mall lain. Mencoba kuliner terkenal di Yogyakarta. Dan hari ini coba menjelajah wilayah Malioboro. Panas menyengat tidak meruntuhkan niat Laras. Dia berjalan santai, melihat macam-macam barang dagangan di sepanjang jalan Malaiboro. Mulai dari souvenier, sandal warna warni, berbagai jenis batik, sampai daster ... Laras berhenti. Berjarak lima langkah di depannya ada seorang perempuan asing berambut hitam pekat sepundak lebih sedikit, terbata-bata bicara dengan penjual baju surjan—baju khas lelaki jawa biasanya bermotif lurik (garis-garis). Laras maju dua langkah agar bisa mendengar. "Ho

