48

1868 Words

"KANIA!" Kania memutar kursi hitam ke arah suara, tersenyum puas melihat wajah terkejut Naraya—sahabatnya yang lama tidak dia lihat. "Aya-nya aku!" Kania loncat dari kursi, dan Naraya otomatis lari menghampiri dan menangkapnya cepat. "Santai. Gue udah sembuh kok. Liat." Kania sengaja melompat beberapa kali. Naraya lega dan mengambil alih kursi dari Kania setelah meletakkan tas dan beberapa amplop bawan di meja kerja. Seperti kebiasaan dulu, tanpa sungkan Kania setengah duduk di ujung sisi meja kerja Naraya sambil menggeser tumpukan amplop Naraya—berharap menemukan sesuatu yang menarik. "Gue pikir nggak bakal ketemu lo lagi," bisik Naraya tanpa menatap Kania, sibuk menghidupkan laptop. "Emang lo pikir gue bakal pergi jauh nggak ngajak-ngajak lo?" Naraya mengintip dari bulu mata, dan Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD