15

1309 Words

"APA? Tunggu. Tunggu. Ini gue nggak salah dengar kan? Lo mau kerja sambilan? Emang uang yang gue kirimin kurang? Bilang aja, Boncel. Gue tambahin." Bianca mau kerja sambilan? Di kafe pula! Barry berdiri dari kursi kayu taman, berjalan mendekati area kolam renang. "Nggak kurang, tapi... Bang, aku tau, kebutuhan Mama di rumah sakit banyak. Kak Benita juga belum bisa bantu, jadi...." "Bi, gue kan udah pernah bilang: tugas lo tuh cuma kuliah, lulus, terus jadi dokter yang hebat. Urusan uang, biar gue aja." "Bang...." "Bi, setau gue kuliah dokter itu—" Barry mengusap ujung alisnya, desahan panjang di ujung sana menegaskan bahwa Bianca tidak suka kalau dia melanjutkan kalimat itu, dia sendiri pun tidak mau semua jadi panjang. "Fokus kuliah dulu ya, Bi. Kalau emang gue nggak sanggup atau keku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD