“Kamu ke Swiss mau ngapain, Na?” “Yang pasti bukan mau mulung aqua, Bun.” Tak! “Bunda serius tanya, kemapa daritadi ada aja sih jawaban kamu?” Pukulan kecil di kening serta sahutan sewot Anggun membuat Ayna terkekeh pelan. Saat ini dia sedang berkemas sedikit-sedikit agar besok tidak keteteran. Mengingat lusa dia sudah berangkat bersama Varrel. Tidak apa agendanya bertemu Haechan terpending, yang penting dia bisa liburan berkedok kerja. “Ayna!” Ayna menghela napas. Sejenak dia menghentikan kegiatannya menyusun baju lalu tatapannya tertuju pada Anggun yang duduk di depannya. “Waktu di rumah aku udah bilang padahal, Bun. Aku ke Swiss mendampingi pak Varrel buat kunjungan membeli bahan baku.” “Kalian … berdua aja?” “Ngga mungkin satu kantor ikut, Bun,” sahut Ayna santai. Seolah sentil

