Ayna menunjuk ke arah di mana Allysa berdiri yang langsung diikuti tatapan Ibra dan Anggun. Keduanya itu saling tatap tetapi tidak ada yang buka mulut karena menunggu penjelasan dari Ayna. Allysa yang merasa menjadi pusat perhatian seketika pasrah. Perlahan namun pasti dia berjalan mendekati kedua orangtua dan adiknya tanpa mengatakan apapun. sejujurnya Allysa cukup kacet karena Ayna benar-benar mengatakan semuanya tanpa belas kasihan padanya. “Ayah sama Bunda bisa tanya semuanya sama kak Allysa.” Ayna kembali berujar. Kedua matya sipitnya sudah berkaca-kaca, tetapi sudut bibirnya sedikit tersenyum menatap sang kakak. “Maksud kamu itu bagaimana sih, Na? Kenapa kamu sama Allysa? Apa juga yang kakakmu tahu? Kenapa ngga kamu aja yang menjelaskan?” sahut Anggun menatap kedua putrinya secara

