56

1389 Words

Pagi ini terlihat sedikit mendung. Awan dan angin pun terasa sejuk, sepertinya semesta tahu jika ada salah satu penghuninya yang hatinya sedang menangis. Aku bersiap - siap untuk menuju ke sidang pertama ku, semenjak aku menggugat Raefal. Aku menghela nafas saat ingin meraih anak ku. Setiap kali aku melihat wajahnya, aku selalu teringat akan Raefal. Bagaimana kabarnya ? Apa ia baik - baik saja dirumah ? Aku merindukannya. Tapi hatiku terasa sakit jika mengingatnya. Selesai bersiap aku pun turun kebawah sembari menggendong anak ku. Ternyata sudah siap semua keluargaku. Aku cukup tenang dan tidak memikirkan keadaan Raefal, karena kakak ku sendiri ada dibawah kendali ku. Aku memintanya untuk tidak memberikan pelajaran untuk Raefal. Melainkan memberinya keputusan untuk berpisah. "Kala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD