Cup “Uumhh..” Thania melenguh pelan. Kedua tangan Thania digenggam erat oleh Danish. Ia tidak membiarkan Thania memberontak ataupun kabur darinya. Thania harus pasrah di bawahnya. Karena sebagai laki-laki Danish adalah pemimpin dan berhak atas Thania secara penuh. “Enghh..” “Emhhh..” Suara Thania mulai mengalun indah memenuhi ruangan. Matanya terpejam menikmati setiap sentuhan suaminya. Bibirnya terasa lembut membuat tubuh Thania serasa melambung tinggi ke atas awan. “Uumhh..” Setelah merasa cukup Danish menarik diri dari istrinya. “Huhh..” nafas Thania terengah Thania mengambil nafas sebanyak mungkin karena hampir kehabisan nafas. Dadanya bergemuruh hebat. Detak jantungnya berpacu cepat seolah baru saja mengikuti lomba lari marathon. Tatapannya terlihat sayu seolah mengingi

