Berkunjung ke rumah “PAPI!” teriak Thania sembari memasuki rumah Orang Tuanya. Terdengar suara langkah dari arah dalam rumah. Mereka terkejut melihat kedatangan Thania bersama suaminya. “Astagaa.. jangan teriak-teriak, Thania!” Hanifa menegur putrinya agar tidak berteriak. Brugh “Allahu’Akbar.” Untung saja Arya dan Hanifa sigap menerima pelukan putri mereka jika tidak, tubuh mereka bisa terjengkang ke belakang. Meskipun begitu kedatangan Thania dan Danish membuat mereka bahagia. Sudah lama Thania tidak pulang ke rumah. Hanifa mengelus punggung putrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Mereka saling merindukan satu sama lain. “Kamu bagaimana kabarnya, nak?” “Thania baik, Mami.” “Mami dan Papi gimana kabarnya?” Arya dan Hanifa tersenyum mendengarnya. “Alhamdulillah, kam

