“Bunda!” panggil Zidan “Iya, Boy. Ada apa?” Saat sedang bersantai tiba-tiba Zidan memanggilnya. Thania mengelus kepala putranya dengan lembut dan penuh kasih sayang. “Kenapa, sayang?” “Em.. tiba-tiba Zidan pengen mie rebus. Bunda mau buatin?” Zidan sedikit ragu saat mengatakan hal tersebut, karena ia tidak yakin diizinkan oleh Orang Tuanya. Makanan tersebut kurang sehat. Dan, jika Danish tahu laki-laki itu tidak akan memberi izin. Zidan menunggu jawaban dari Ibunya sembari memainkan jemari mungilnya. “Nggak boleh ya, Bunda?” tanyanya dengan nada ragu Thania terdiam sejenak. Setelah dipikir-pikir Danish belum pulang, dan ia bisa membuatkan mie rebus untuk Zidan. Ia juga tiba-tiba menginginkan hal yang sama. Sudah lama ia tidak makan mie rebus. Pasti rasanya sangat lezat. “Bole

