BAB 20

1403 Words

Beberapa hari kemudian “Pak Danish!” panggil Thania Danish menoleh ke sumber suara saat mendengar suara istrinya. Ia tersenyum kecil. “Duduk sini!” Ia menepuk space yang ada di sampingnya. Thania menghampiri suaminya. Ia duduk tepat di samping Danish. Ia ingin bertanya banyak hal pada suaminya. Pertanyaan yang sejak kemarin ia pendam. Karena seharusnya sejak awal menikah Danish sudah menjelaskan semuanya. “Em.. Pak Danish tumben malam-malam duduk di balkon sendirian?” “Enggak. Kan sekarang sudah ada kamu.” ujar Danish sembari tersenyum kecil Thania ikut tertawa mendengarnya. Dibalik kerja keras Danish selama ini ada seorang putra yang harus ia perjuangkan masa depannya. Meskipun ia memiliki banyak harta tapi hidupnya terasa hampa dan kosong. Tapi semenjak hadirnya Thania hidupn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD