BAB 21

1604 Words

Wajah Thania memerah karena malu. Tatapan Danish tidak biasa. Ingin rasanya ia lari dari hadapan suaminya sekarang juga. Jantungnya berdebar kencang tidak karuan. Bahkan degup jantungnya berpacu seperti baru saja mengikuti lomba lari marathon. “Sangat indah!” ujar Danish dalam hati Danish mendekatkan wajahnya pada telinga Thania lalu membisikkan sesuatu padanya. “Apa kamu sudah siap, hm?” bisiknya dengan suara lembut Cup “Emhh..” Thania mencengkram sprei dengan kedua tangannya saat Danish mencium telinganya. Bahkan ia belum sempat menjawab pertanyaan suaminya. “Pak.. stop!” ucapnya dengan nafas terengah “Kamu belum jawab pertanyaan saya, Thania.” “—“ Thania terdiam sejenak. “Apa kamu sudah siap?” tanya Danish sekali lagi Thania mengangguk pelan. Ia mengizinkan Danish untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD