Satu minggu kemudian Malam hari Pukul 22.00 WIB Thania menatap Zidan untuk memastikan apakah putranya sudah tidur nyenyak atau belum. Setelah memastikan putranya tidur dengan nyenyak Thania bangun secara perlahan agar tidak membangunkan Zidan. Setelah dekat dengan Thania, Zidan selalu meminta Ibu tirinya untuk menemani tidur di setiap malam. Thania sangat senang dengan hal tersebut. Itu tandanya Zidan menyayangi dan menghargai keberadaannya dengan tulus. Namun hal itu sangat mengganggu bagi Danish. Ceklek Thania menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Dan ternyata Danish pelakunya. “Udah tidur belum?” tanya Danish dengan wajah cemberut “Sudah, Pak. Barusan Zidan…” “Emhh.. Bunda!” Belum selesai Thania bicara tiba-tiba Zidan terbangun kembali. Suara Danish mengganggu tid

