Alisyah menghela nafas mengingat perlakuan Azka kepadanya sejak pulang dari rumah sakit. Suaminya itu kerap kali tanpa sadar membuat Alisyah sakit hati. Azka yang mengabaikan, mendiamkan dan bahkan seolah sedang berusaha menjauhinya. Semua itu tak bisa ditahan mengakibatkan Alisyah tak tahan ingin memukul keras kepala suaminya itu. Ah, sebenarnya apa yang dipikirkan lelaki itu. Alisyah menggelengkan kepalanya lalu mencebikkan bibirnya kesal kemudian mengarahkan tangannya mengelus perutnya sendiri. "Lebih baik aku memasak dari pada memikirkan pria menyebalkan itu. Lagipula memangnya siapa dia, sok penting sekali sehingga aku selalu kepikiran dengannya ...." Alisyah mendumel mengatai Azka. Wanita itu membuka lemari pendingin dan mengeluarkan bahan makanan yang akan dimasaknya, kemudi

