Darah hangat mengalir dari kedua sisi Alisyah membuat Deva yang melihatnya tak ayal segera membekap mulutnya sendiri dan menggelengkan kepalanya dengan raut wajah kebingungan bercampur cemas. "Aa-aalisyah berdarah Vaa ...," celetuk Nana dari samping Deva. "Darahnya terus mengalir dari arah pahanya, apakah dia hamil dan sekarang keguguran??" Deva menjadi luruh dan melemas setelah menyaksikan keadaan temannya yang sangat memprihatinkan, terlebih setelah mendengar perkataan Nana. "Cepat beritahu pak Azka!" tegas Deva tak tahu harus apa. Air matanya meluncur begitu saja sangking paniknya dan detik berikutnya karena merasa tempat mereka sepi ia bangkit berdiri dari keadaannya yang sebelumnya sedang berjongkok memeriksa keadaan Alisyah. Deva menjerit mencoba meminta bantuan, sedangkan N

