STM#10

693 Words
*PERJALANAN PULANG Aku yang sudah janjian dengan Reza untuk pulang bersama, menunggu didepan gerbang sekolah. Hilir mudik kendaraan para siswa yang keluar dari gerbang sekolah seakan tak terhitung banyaknya, ada juga yang berdiri di pinggir jalan, seperti aku untuk menunggu jemputan. Tidak lama aku menunggu, Reza sudah mulai menampakkan batang hidungnya dengan membawa motor kesayangannya menghampiriku dan berhenti tepat di depan aku berdiri saat ini. "Nih helmnya" kata Reza sambil menyodorkan helm miliknya. " Aku gak yakin nih mau pulang bareng ka mu? Takutnya para fans gilamu bakal menyerbu aku lagi, gara-gara sang pangerannya aku bawa kabur" kataku menerima helm darinya. "Ha…ha..ha…Ternyata putri tomboy juga bisa takut juga ya, aku kira penampilanmu yang sudah kayak cowok ini udah gak takut sama cewek" kata Reza sambil tertawa geli. "Enak saja kamu bilang! Aku bukannya takut sama mereka, Cuma sama enggak mau cari ribut saja sama cewek-cewek alay itu" kataku menegaskan "Ya sudah…Kalau memang gak takut ya cepetan naik! Keburu sore nih" ucap Reza, cowok ganteng kapten basket sekolah, kulit sawo matang, tinggi 175 cm. Aku segara naik ke atas motornya dan megenakan helm yang di berikan olehnya kepadaku tadi. Lumayanlah dari pada nunggu di jemput mama seperti jemuran kering di tepi jalan, mending pulang bareng Reza saja. Rumah kita juga dekat, cuma beda gang saja. Motor reza mulai melaju dengan cepat. Perjalanan  lumayan lancar, motor Reza nyaman untuk dikendarai. Maklumlah reza sangat sayang dengan motornya jadi perawatan motor sangat ia perhatikan  agar aman dan nyaman saat dikendarai. Motor reza yang semula melaju dengan cepat tiba-tiba di rem secara mendadak, Sreet. Motor berhenti, aku yang kaget seketika reflek memeluk tubuh cowok ganteng di depanku ini dengan erat, sehingga bagian dadaku menyentuh punggungnya dengan kasar. "Ah…gila kamu ini ngerem mendadak banget sih! Aku masih pingin hidup woy…" teriakku marah dan memukul-mukul kecil punggungnya. Miauuu…miauuuu …miauuu terlihat seekor kucing melintas secara mendadak didepan motor Reza, cowok ganteng ini menghentikan motor mendadak agar tidak menabrak kucing kecil itu. " Ampun  tuan putri…Hamba tidak sengaja" ucapnya yang masih saja bercanda dengan tertawa kecil. Ia menyembunyikan wajahnya yang memerah di balik helm karena merasa ada sesuatu yang empuk dan lembut menempel dipunggungnya. " Tuan putri kepalamu" ucapku sedikit jengkel dan membenahi posisi dudukku. Deg deg deg jantungku berdetak kencang, meskipun Reza teman baikku, tetap saja dia cowok. Reza mulai menjalankan motornya lagi, kita bercanda sambil mengobrol sepanjang Perjalanan pulang. Sampai tiba didepan rumahku, motor Reza berhenti. aku turun dari atas motor. " Thanks sob …udah mengantar aku sampai rumah" ucapku sambil memberikan helm kepada Reza. "Ok…sama-sama. Oh ya bagaimana kalo besok aku jemput kamu, kita berangkat sekolah bareng?" Tanya Reza dengan mengedipkan matanya yang genit. "Boleh saja…Hitung-hitung menyingkat waktu daripada naik  taksi" jawabku santai seperti biasanya. "Oke! Aku jemput jam 6 pagi ya" Ucapnya dengan melingkarkan jari telunjuk dan ibu jarinya. Reza tidak hanya temanku sejak Sekolah dasar, tetapi juga bertetangga. Rumah Reza yang hanya berjarak 500 meter dari rumahku cuma beda gang kompleks perumahan saja. ** Zack yang baru saja tiba rumahnya langsung  berjalan menuju kamarnya. Ia melempar tasnya ke sofa didalam kamarnya, kemudian merebahkan diri diatas tempat tidur. Ia mengingat peristiwa dilorong kelas itu, ketika melihat si cewek galak yang nyebelin sedang dikerjai oleh geng ACS. Zack tersenyum-senyum sendiri. "Cewek ini benar-benar menarik"Gumamnya lirih. Zack merasa cewek ini yang sangat berbeda dengan para cewek-cewek lain yang mendekatinya. Tampilannya yang  tomboy dan sederhana, wajah yang cantik  tidak bisa menutupi sisi feminimnya. Yang lebih ia suka dari Zea adalah ia bukan tipe cewek yang mudah ditidas oleh cewek-cewek lain. Zulia yang dari tadi telah memperhatikan tingkah laku anaknya dari pintu kamarnya pun mendekat. "Hayo…Senyum-senyum sendiri, lagi melamunin siapa ya? pasti cewek deh. Kenalin ke mama dong" pintanya. "Idiiih...Mama kebiasaan deh! Gak ketuk pintu kalau masuk kamar" ucap Zack. "Halah…Mengalihkan perhatian saja kamu! Kapan kamu kenalin dia sama mama" ucap wanita cantik berambut hitam sebahu ini, dengan mendekatkan wajahnya ke muka Zack. "Gak! Gak ada cewek" jawabnya sambil menjauhkan wajah dari mamanya. "Haisst…Kamu ini pelit amat, jangan buat mama penasaran deh "ucap Zulia sedikit memaksa. " Aduh mama..Dibilangin belum punya pacar juga, siapa yang harus aku kenalin sama mama" jawabnya dengan ketus. " Ya sudahlah! Ayo kita  turun makan siang dulu" ajak Zulia. Mereka berdua turun ke lantai bawah untuk makan siang. Di dalam hati Zulia sebenarnya masih penasaran, siapa sih cewek yang bisa membuat putranya yang pendiam dan dingin ingin bisa sampai melamun dan tersenyum sendiri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD