Berguling ke kanan berguling ke kiri ke kanan ke kiri. Aku tidak bisa tidur, sulit tidur untuk terpejam, aku sudah sulit tidur.
"Aaahhh .... Sial! Kenapa aku gak bisa tidur juga sih" gerutuku dengan mata sayup dan kantong mata yang menghitam.
Aku berusaha keras untuk bisa tidur, dengan berbagai cara mulai membaca novel, permainan utama, pakai penutup mata dan sampai menantang menghitung domba seperti yang ada di film-film itu.
"Kambing 1, kambing 2, kambing 3, kambing guling, sate kambing, ehh ... kok jadi makanan" gumamku, dasar kamu Zeey, otakmu lagi eror ya? Menghitung kambing biar ngantuk malah mikirin makanan, gumamku dalam hati.
Jika menyakiti aku ....
bisa membuatmu bahagia ...
maka lakukanlah itu ...
Dan ku yakin pasti bisa ....
(nadaering handphone).
suara handphoneku berbunyi, ada panggilan telepon masuk.
"Busyett deh ... Siapa telepon malam-malam begini" ucapku sambil melihat jam dinding tepat pukul 10 malam.
Aku segera mengambil ponsel di atas meja dekat tempat tidur. aku melihat nama pemanggil dilayar tertulis "Ibuku". "Mama? Kenapa telepon malam-malam begini" pikirku.
"Hallo ... Mama, ada apa? Tumben mama malam-malam begini telepon?" tanyaku.
"Sayang, gak ada apa-apa kok. Mama cuma mau bilang, besok mama sama papa pulang. Jadi tolong kamu pulang antar jemput papa mama dibandara ya" ucap Dina.
"Tumben pulangnya cepat biasanya 6 bulan sekali, bahkan 1 tahun juga. Pasti ada hal penting ya ma .."
"Iya ... Iya mama ngaku, besok lusa Tante Rosa menikah sebagai sahabat setuju mama dan papa harus hadir dong" ucap Dina.
"Apa ..Tante Rosa nikah. Idihh ... Memang ya tante-tante satu ini punya kabar selamat gak bilang. Awas aja nanti kalau ketemu" ucapku.
"Iya besok sepulang dari bandara kita beli kado buat Tante Rosa" ucap Dina.
"Ok, siap bos" jawabku antusias.
Telepon Dina sudah selesai dan ditutup. Mataku yang sudah ngantuk berat akhirnya bisa terpejam juga. Jarum jam menunjukkan pukul 12 malam.
*
Keesokkan ikut.
Aku yang masih ngantuk, harus bangun pagi untuk menjemput kedua orang tuaku, seperti biasa aku memesan taksi online. Meskipun ada mobil, aku tidak bisa membawa mobil sendiri. Pak Umar,
Aku sudah sampai di bandara, papa mamaku sudah siap menunggu dari bandara.
"Papa..mama ..." teriakku bahagia, melihat orang tuaku pulang. Kami bertiga berpelukan kemudian langsung naik ke taksi dan pulang kerumah.
**
Sesampainya dirumah, aku dan keluargaku langsung masuk rumah. Semua koper mereka dibawa mang Ujang ke kamar.
"Zeey sayang .... Mama Sekarang capek banget mau istirahat dulu, beli kado untuk Tante Rosa sore nanti saja" ucap Dina menuju kekamar.
Aku masuk ke dalam kamar, ia berfikir apa ya
kira-kira kado yang pas buat Tante Rosa. Mau baju, sepatu, tas. Tidak! Itu terlalu biasa, ucapku dalam hati.
"Ah ... bodoh amatlah, pikirin nanti saja kalau sudah jalan sama mama. Mending sekarang lanjut tidur saja.
Aku memejamkan mata dan tertidur pulas.
Tik tok tik tok tik tok ... jarum jam terus berputar. Aku masih tertidur dengan mimpi indahnya.
"zzzz"
"Zzzz"
Sampai akhirnya aku bangun, dan segera mandi. Kemudian bangun ke kamar mamanya untuk membangunkan mamanya.
Mama ternyata sudah siap untuk mengajakku pergi ke mal X. Aku dan mamanya keluar dari rumah dan memanggil taksi. Johan memilih untuk tidak ikut serta menyerahkan kado untuk Rosa.