13. Salah Paham

621 Words
sesampainya dirumah zea masuk kekamarnya, Dina dan masuk juga masuk kamar. Namun ada yang berbeda dengan kedua orangtuanya kali ini, mereka berdua hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata pun dari pulang dari rumah Tante Rosa. "mama ... papa kenapa sih, kok diam aja ya dari tadi. kayaknya ada yang salah deh" gumam zea. zea mengambil handuknya kemudian mandi. beberapa menit kemudian setelah mandi ia berangkat tidur, zea sangat capek dan ingin istirahat. ** Zulia dan perumahan masih di dalam mobil. jarak yang lumayan jauh dari rumah Rosa, butuh kurang lebih 30 menit. Zulia yang tadi pura-pura pingsan diam-diam melirik mama, dan tersenyum. akhirnya ia tahu apa yang selama ini Zack sembunyikan darinya. O..jadi gadis tadi ke calon mantu hebat juga tu gadis bisa lelehkan hati zack, manis, sopan tapi sayang coba aja rambutnya panjangin dikit. ah ... itu gak penting mau panjang pendek terserahlah, yang penting Zack suka (suara hati Zulia) apa enaknya aku ikutin saran Rosa tadi ya. eh tapi ... mereka masih sekolah. ah..tunangan aja dulu juga bisa, entar Lo udah sampai rumah biar aku coba diskusikan dulu sama Steve (Zulia masih bergumam dalam hati) *** Keluarga Zulia sampai dirumah, Steve memapah Zulia coba cari kamar mereka Zack. "Pa ... mama kenapa, kok tiba-tiba pingsan. Tadi pagi gak kenapa-kenapa mama" ucap zack "Bukanya ini gara-gara ..." ucap Steve terhenti, coba di cengkeraman oleh Zulia. "Gak apa-apa kok .... mungkin mamamu hanya kecapean saja" ucap Steve mengalihkan pembicaraan. "Kalo begitu biar mama bisa istirahat, Zack balik ke kamar dulu" ucap Zack pindah pergi. "Hah ... papa ini hampir saja keceplosan, nanti anak kita jadi malu kalau dia sampai tahu tadi kita memergoki dia sedang berpelukan dengan ceweknya" ucap Zulia. "iya ... maaf papa salah" ucap Steve. "Pa..papa sadar gak sama perubahan sikap anak kita" tanya Zulia. "Emang kenapa dengan anak kita" ucap Steve. "Haisst ... si papa, perhatian dikit Napa sama saja. Zack yu udh banyak berubah, dulu sikapnya dingin dan pendiam dan gak banyak bicara. Tapi sekarang jadi perhatian ke mama, mama sering melihat dia tersenyum-senyum sendiri di kamarnya. Mama kita pasti karena cewek itu. bagaimana kalau kita menjodohkan mereka berdua "ucap Zulia. "Apa .." ucap Steve sedikit kaget. "heem ... perjodohan, seperti saran Rosa" ucap Zulia menganggukkan dukungan. "kalau papa sih terserah Zack saja" ucap Steve. **** dimeja makan zea, Dina dan Johan sedang menikmati makan malam. "Anak mama udah gede ya cantik lagi ... pasti udah punya cowok. Kapan dikenalin ke papa dan mama?" ucap Dina. "Pufff..uhukk ... uhukk ... apa sih sih mama ini, zea gak punya cowok" jawab zea terbatuk-batuk. "Jadi gak mau ngaku nih, kalau udah punya cowok. Ok ... biar mama cari tahu sendiri, tapi ..." ucap dina mengulur waktu. "Tapi coba ... terserah mama aja deh, mau dicari sampai lebaran juga monyet ketemu. Wong beneran gak punya cowok juga" jawab zea pembeli. "Yakin nih .... kalau beneran ketemu, mama bakal langsung minta dia nikahin kamu" ucap menantang. "Aduh mama ... jangan aneh-aneh deh, aku tu masih sekolah" ucap zea tepuk jidat. "Gak berani ya ... lihat saja mama akan menemukan cowok itu dan mama ikat dia dengamu" ucap Dina. "gak bakalan ketemu titik" ucap zea yakin. jika dipikir pikir dari mana Dina bisa menemukan cowok, jika Zea sendiri tidak pernah punya cowok ... hehe. ---------------------- Hai pembaca ..... kita bertemu lagi dengan cerita terbaruku ... semoga suka dengan bab kali ini. dukungan untuk penulis, meminta maaf jika masih banyak bertanya dan ejaan; 1. Ikuti (Ikuti) 2. Suka (tanda cinta) 3. jejak cantik dengan komentar positif. Terimakasih untuk pembaca yang sudah setia dan kirimkan 3 poin untuk novel ini, semangat!  Jangan lupa baca karya novel saya yang lain ya, yang gak kalah seru dan bikin penasaran dan gali gali dia .... he ... terimakasih. 1. CEO DINGIN ISTRI : KESAYANGAN SANG CEO Sampai jumpa bab berikutnya, ....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD