"Mas Saddam..." Panggil Sharen dalam langkah mereka menuju mobil Saddam di luar pagar rumah namun tak dihiraukan Saddam "Mas Saddam...!" ulang Sharen lebih keras namun tetap saja tak dihiraukan oleh sang pemilik nama. Saddam masih terus saja menggenggam erat tangan Sharen dan melepaskannya ketika ia sudah membukakan pintu mobil untuk Sharen dan menyuruhnya masuk dan duduk disamping kemudi, tanpa bicara apapun Saddam menutup pintu mobilnya kemudian berlari menuju kursi kemudi mobilnya dan menjalankan mobilnya perlahan. Entah kemana tujuan mereka dua duanyapun tak mengerti. Dua insan yang saling membatasi hati itu, kini terdiam sepanjang perjalanan karena sibuk dengan pemikiran masing masing. "hadddeeehhh... bujang siji ikih yooo.. arep neng endi seh.. moro nyeret ae..!! untung wae aku gel

