Saddam masih saja terdiam, bukan enggan menjawab, tapi karena dia masih ribet sama pemikiran dalam batinnya yang tidak Sharen ketahui. Dan Sharen masih saja memperhatikan Saddam yang terus terdiam kusut itu. Sharen tak tahan jika harus berlama lama berada dalam mobil dan hanya berdua saja dengan Saddam. hal itu membuat kondisi jantungnya semakin berdetak tak karuan. dan sebenarnya kalimat terakhirnya itu cukup menggores hatinya.Sharen berusaha menahan air matanya, ia tak ingin merusak hubungan keluarganya atau lebih fatalnya berimbas pada ibunya, jika memaksakan kehendak hatinya. cukup dia dan Tuhan yang tau tentang rasa yang hanya dengan Saddam saja ia rasakan. "Benarkah ini cinta Tuhan...??? Sudah sejak lama rasa ini ada. aku takut.. sungguh takut.." batin Sharen mengeluh pada sang pemb

