Setelah perkenalan itu Sadam dan teman2nya melanjutkan latihan band untuk acara pensi bulan depan. karena mereka hanya ber4 jadi Ariel yang pegang Bass merangkap jadi vocalis karena katanya selain paling pames doi juga oke suaranya. Alunan musik dari orgen yang dimainkan Nicko disambut dengan gitar melodi Sadam baru Ariel mulai bernyanyi tak lupa gitas bassnya.
*Ku terima suratmu.. telah ku baca.. dan aku mengerti.. Betapa merindunya.. dirimu.. akan hadirnya diriku.. di dalam hari2 mu.. bersama lagi...
*Kau bertanya padaku.. kapan aku.. akan kembali lagi.. katamu kau tak kuasa.. tuk melawan.. gejolak didalam dada.. yang membara menahan rasa.. pertemuan kita nanti.. saat ku ada di sisimu..
*Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya... menahan ras ingin jumpa... aaa... Percayalah padaku akupun rindu kamu.. ku akan pulang... melepas semua kerinduan... yang.. terpendam...
Dan terbukti Sharen sampe menganga melihat penampilan mereka apalagi si Ariel yg suaranya menggetarkan hati, serak2 gimanaaa gitu menurut Sharen.
"Lo napa sih Shar? liatin Ariel ampe segitunya?! Harusnya gue yang lo gituin bukan nih kodok!! Monolog Sadam dalam hati yang melihat Sharen seperti itu menjadi kesal sendiri. harusnya Sharen seperti itu untuk Sadam bukan cowok lain apalagi si playboy kodok cem Ariel. Sadam kembali fokus memainkan gitarnya karena Ariel akan kembali bernyanyi.
*Ku terima suratmu.. telah ku baca.. dan aku mengerti.. Betapa merindunya.. dirimu.. akan hadirnya diriku.. di dalam hari2 mu.. bersama lagi...
*Kau bertanya padaku.. kapan aku.. akan kembali lagi.. katamu kau tak kuasa.. tuk melawan.. gejolak didalam dada.. yang membara menahan rasa.. pertemuan kita nanti.. saat ku ada di sisimu..
*Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya... menahan ras ingin jumpa... aaa... Percayalah padaku akupun rindu kamu.. aku akan pulang... melepas semua kerinduan... yang.. terpendam...
*Jangan katakan cinta.. menambah beban rasa.. sudah simpan saja pedihmu itu.. aku akan datang.....
*Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya... menahan ras ingin jumpa... aaa... Percayalah padaku akupun rindu kamu.. aku akan pulang... melepas semua kerinduan... yang.. terpendam...
"yeeeyyyy... keren banget deh. apalagi di bagian sebelum reff terakhir" seru Sharen sambil bertepuk tangan. "Terimakasih..." jawab Ariel lalu bertanya pada Sharen "Mau duet ga? suara kamu kan lebih bagus dari suara aku?" "Ga usah receh lo ma sepupu gue! ga bakalan gue kasih dia ma playboy kodok cem elo?" Sahut Sadam emosi. "Tapi Sharen mau mas.. tujuan Sharen ngerengek,, minta ikut mas Damdam,, ya karena,,Sharen mau,, nyanyi bareng sama kalian.. Sharen pengen nyanyi diiringi musik kalian..." Jawab Sharen terbata takut Sadam marah padanya.
"Tuuukan.. Sharennya aja mau.. elo doang yg over Dam" Sahut Ariel sambil menyeringai pada Sadam.
"Haddeeeehhh Shar... kok lo ga ngerti2 sih... gue ga suka lo deket2 sama cowok lain.. apalagi si kodok ini.. aaarrrggghhh..." tentu itu hanya jeritan hari Sadam. "Heuuhhh..." Sadam menghela nafas sebelum berbicara guna meredam emosi absurdnya. "ya udah boleh lo mau nyanyi apa?!" tanya Sadam garang. "Gitu dong broo.. kitakan juga pengen ada vokalis cewek di band kita" komentar Nicko. Dan disahuti oleh Abim "yoi bro.. palagi cantik dan bersuara indah cem Sharen gini.. pasti viral band kita" "Banyak bacot ya kalian buruan pilih lagu sana" perintah Sadam pada teman2nya dan Sharen.
"Saar Bahagia.. Ungu Vt Andien gimana?" tanya Sharen. "Okeh gue bisa" jawab Nicko. "Bentar gue lihat dulu ya lagunya yang mana" kata Ariel sambil mengutak atik HPnya dan diputarlah lagu permintaan Sharen tadi. Sadam yang ikut mendengar langsung komentar "Boleh deh" Abimpun menyahut "yaudah tunggu apalagi mulai gaes.." Musikpun mulai terdengar Sharen sudah ambil posisi depan mix menunggu suaranya masuk pada musiknya. dan Arielpun sudah mulai bernyanyi
*Saat bahagiaku.. duduk berdua denganmu.. hanyalah bersamamu..
Kali ini giliran Sharen
*Mungkin aku.. terlanjur.. Tak sanggup jauh dari.. dirimu.. kuingin engkau selalu...
Bersama
*Tuk jadi miliku.. ku ingin engkau mampu.. ku ingin engkau selalu bisa.. temani diriku.. sampai akhir hayatmu.. meskipun itu hanya terucap dari mulutmu.. hu.. hu.. dari bibirmu.. yang terlanjur mampu.. bahagiakan aku.. hingga ujung waktuku.. selalu...
Ketika musik masih mengalun Sharen bergeser kesebelah Sadam dan mulai bernyanyi lagi
*Seribu jalanpun ku nanti.. bila berdua.. dengan dirimu.. melangkah bersamamu... hu.. uuu...
berganti suara Ariel lagi
*Ku yakin tak ada satupun.. yang mampu merubah.. rasaku untukmu..
sambut suara Sharen
*ku ingin engkau selaluuu
*Tuk jadi miliku.. ku ingin engkau mampu.. ku ingin engkau selalu bisa.. temani diriku.. sampai akhir hayatmu.. meskipun itu hanya terucap dari mulutmu.. hu.. hu.. dari bibirmu.. yang terlanjur mampu.. bahagiakan aku.. hingga ujung waktuku.. selaluuu...
Selama bernyanyi di bait kedua tadi Sharen tetap disamping Sadam dan bernyanyi sambil menatap wajah ganteng Sadam seolah mengungkapkan perasaan bahagia yang dirasakannya bisa berdua bersama Sadam. Padahal kenyataanya mereka tidak hanya berdua disana. Sadam mengambil kesempatan itu, ia juga menatap mata Sharen dan tidak melepas tatapan mata itu hingga Sharen berhenti bernyanyi dan memejamkan mata sejenak kemudian tersenyum manis ke arahnya. "Cantik buanget sih elu Shar..." batin Sadam saat melihat senyum manis itu.
"Gilak.. keren banget sumpah.. suara kalian berdua itu cocok di lagu ini" kata Nicko sambil bertepuk tangan. Sharen hanya menanggapi dengan senyum saja. "suara Sharen yang bagus gue mah cuma pelengkapnya aja" koment Ariel sok merendah. "ga lah.. suara mas Ariel yang lebih bagus.." jawab Sharen malu. "udah pokoknya kalian berdua nyanyi lagu ini tu keren poll sumpah" sahut Abim. hanya Sadam yang nokoment karena ternyata dia masih dalam buaian angan terpesona akan senyum manis Sharen tadi.
"Kamu ga mau nyanyi lagi? nyanyi sendiri gitu kita yang iringi musiknya" tanya Ariel kembali. "ntar deh mas.. masih capek aku.. udah lama ga nyanyi soalnya" jawab Sharen kemudian terkejut karena Sadam sudah menyerahkan botol air mineral padanya. "makasih yaaa.. mas Damdam..." kata Sharen manja. "ya.." jawab Sadam singkat karena grogi.
"Kalau udah ga capek kita pulang ya.. besok2 boleh deh ikut mas latihan lagi" kata Sadam melembut. "hem.. iya mas" jawab Sharen. "Yaaa.. napa buru2 sih? masih siang ini?" tanya Abim "ga seru lo bro.. belum puas juga kita adem liat yang paket komplit gini" sahut Nicko. "paket komplit pale lo.. lo kira sepupu gue menu makanan ape?!" jawab Sadam sambil menoyor kepala Nicko. "Kan tadi udah gue bilang,, kalo Sadam tuh mau pacarin sepupunya sendiri" jawab Ariel sambil menyeringai. Sadam memicingkan matanya ke arah Ariel dan berkata "Gue cuma ga mau sepupu gue jadi mainan lo pada.. terutama elo kodok" jawab Sadam pemuh emosi di matanya.
"Ayo pulang!!" ajak Sadam langsung menarik tangan kiri Sharen tanpa berpamitan pada teman2nya. Sharen hanya bisa menurut sesuai janjinya pada ibunya dia tidak boleh merepotkan Sadam. Jadi Sharen hanya bisa merunduk sambil tersenyum kearah teman2 Sadam kemudian melambaikan tangan sambil berlalu karena Sadam sudah berjalan keluar. "Heran deh... kok gue jadi marah2 ga jelas gini sih.. ga mungkin dong kalau gue cemburu? ga.. ga.. ga.. ga mungkin. ga mungkin kan gue suka sama Sharen???" tanya batin Sadam sambil melangkah perlahan keluar gedung studio dan tak melepas genggaman tangannya pada Sharen. malah semakin erat sampai Sharen menjerit karena merasa sakit. "Aaaahhh.. mas Damdam.. sakit.. tangan Sahren Sakit mas..." Seketika Sadam sadar dan melepaskan genggaman tangan itu "maaf.. maaf yaa.. aku ga.. eehhh.. maksud gue.. gue ga sengaja" kata Sadam salah tingkah karena salah menyebut kata aku didepan Sharen.