Kegiatan hening dan saling pandang antara Sharen Sadam itu terhenti ketika mereka mendengar teriakan dari Sanum. "Tok Tok Tok... Shar... Sharen... Lo udah bangun kan...?" Seketika Sharen memutus pandangan itu berlari masuk ke kamar, dan sebelum menutup pintu balkon Sharen kembali menoleh ke arah Sadam, memberi senyum dan sedikit membungkukkan badannya tanda dia berpamitan. "Iya Num gue uda bangun" dan teriakan Sharen itupun terdengan oleh Sadam yang masih ada di balkon.
"Ya elllaaaahhh... belum mandi lo? sono buruan mandi gue tunggu di bawah aja ya.. laper gue" cerocos si Numnum setelah masuk kamar Sharen. "iya... tadi masih keringetan gue abis olahraga, ya udah gue mandi dulu ya tolong tutup pintu kamar gue yak.." jawab Sharen sambil tersenyum manis karena menyuruh Sanum menutup pintu kamarnya. "yeee kebiasaan lo.. manis banget kalo ade maunye" gerutu Sanum sebelum keluar kamar Sharen. dan Sharen hanya menanggapi dengan senyum. Ketika sudah dalam kamar mandi Sharen masih mengingat ekspresi Sadam tadi dan itu membuatnya tersenyum sendiri. "Opo toh Sharen... malah ngayalne Mas Sadam? Fokus.. fokus Sharen!" monolog Sharen dalam kamar mandi.
Sementara itu di kamar sebelah Sadam juga masih mengingat ingat siapa Sharen sambil membayangkan senyum manis Sharen tadi sebelum masuk kamarnya. "Sharen... Sharen... Sharen...??? Siapa ya tu cewek cantik banget.. manis dan juga sexy??? hahahaaa... kok Numnum kenal ya sama dia.. tunggu... tunggu... tunggu" sadam berfikir mencoba fokus dengan menutup matanya. "aaahhh Ayla Sharenina Latif. anaknya Bu Artin,, iyaa iyaa bener,,, dia... kenapa sekarang jadi cantik banget sih..." teriak Sadam dalam bantalnya. "Kalau gue kelas 12 berarti dia masih kelas 10 dong? wah gila masih kelas 10 aja udah sekeran itu bodynya?? wah gila loo Dam malah nglanjor pagi2?! udah gue mandi aja terus ikut sarapan bareng Sharen sexy" monolog Sadam sambil berlalu menunu kamar mandi.
Setelah mandi Sadam langsung turun ke bawah dan bergabung ikut sarapan keluarganya tapi dia tidak melihat Sharen disana "apa dia masih belum kelar ya mandinya?" monolog Sadam dalam hati. dan tiba2 saja datang gadis manis membawa cobek dari arah dapur yang kebetulan Sadam duduknya menghadap ke arah itu. "naaahhh sambelnya Sharen udah jadi.." kata Sharen sambil menaruh cobek penuh sambel itu dalam meja makan"
"kamu duduk sayang disebelah mami sini, ayo sarapan bareng2" perintah mami
"iyaa mi" jawab Sharen sambil duduk dan ternyata berhadapan dengan Sadam.
"Ini kamu yang buat sambelnya? ga salah nih masih sepagi ini makan yang pedes2 gini?" tanya Sadam dan tak melepas pandangannya untuk Sharen. dalam hati Sadam berkata "Tuhan terimakasih sudah menciptakan makhluk paling sexy ini" sambil tersenyum Sharen menjawab pertanyaan Sadam "iya mas.. Sharen sudah biasa sarapan pagi pake sambel, gada sambel ga semangat hihihiii" Sadam hanya bisa tersenyum karena sudah spechless melihat ekspresi Sharen ketika menjawab pertanyaanya dan membatin "benar2 istimewa"
Jelas Sadam melihat Sharen sempurna dan menganggap istimewa karena Sanum adenya itu sedikit tomboy tidak ada manis2nya seperti Sharen. dimata Sadam Sharen itu benar2 fiture wife karena sudah cantik body goal rajin bangun pagi olahraga dan sepertinya jago juga di dapur. laki2 mana coba yg ga ngebayangin Sharen jadi istri. Namun yg dilihat Sadam hanya sebagian dari diri Sharen, Sadam akan semakin suka bila mengetahui Sharen jago dalam banyak bidang.
Mereka semua akhirnya makan sambal buatan Sharen dan betapa takjubnya mereka karna rasa sambal yang dibuat Sharen itu benar2 enak dan pas dengan menu yang terhidang di meja makan. "enak sayang sambalnya... ga nyangka anak papi jago nyambel" Sahren hanya tersenyum menanggapi pujian papinya
"iyaa lhooo bener sayang,, rasanya itu bisa cocok banget dimakan sama makanan yang terhidang disini. bangga mami punya anak gadis kamu" sahut mami sambil melirik ke arah Sanum yang memang gada cewek2nya. hanya rambut saja yang lurus panjang dan hitam itu yang menandakan dia perempuan. "apasih.. ga usah nyindir deh... ga mempan juga buat Numnum" jawaban Sanum mengundang tawa semua orang dimeja makan itu.
"Shar.. ntar hang out yuk nonton kayaknya seru deh,, apalagi sabtu gini"ajak Numnum
"Besok aja deh Nuuum.. aku masih kangen ibu mami papi, jadi ga mau kemana2 dulu belum puas manja2 sama mereka.."
"Kode ini pi..."sahut mami
"Kode apa mi?" tanya papi heran
"Ih si papi maaa.. ga peka.. kalau manja2an sama kita berarti ada maunya nih anak"
"ooohhh... gitu... emang Sharen mau apa sayang?"
"hihihiii... gada kok pi.. lagi ga pengen apa juga Sharen bener deh.. mami aja tuh yang terlalu peka"
"yaudah kita lihat ya pi mami terlalu peka apa terlalu paham sama Sharen?" jawaban mami membuat Sharen bahagia memiliki orang tua angkat seperti mereka. dan kebahagiaan Sharen itu tentunya tak pernah luput dari pandangan Sadam.
Acara sarapun selesai Sharen dan mami membersihkan meja makan bersama, bahkan Sharen tak ragu untuk mencuci semua piring dan wadah bekas mereka makan tadi. Mami dan Papi tidak melarang Sharen melakukan hal itu, karena itu adalah kebiasaan yang baik dan bekal buat seorang perempuan yang nantinya akan menikah. Dan semua kegiatan Sharen itu satupun tidak luput dari mata Sadam untuk kesekian kalinya. Sadam sampai menghayal dia akan menikah dengan Sharen nantinya dan akan membantunya saat didapur dengan cara memeluknya dari belakang saat Sharen sedang masak/cuci piring seperti sekarang. "waaahhh gila... gila... gila... kok gue malah ngayal yang ga ga sih bukan yang iya iya aja?! belum juga sehari ketemu udah gesrek aja nih otak gue... aaarrrgggghhh... gue ngamar aja deh" frustasi Sadam dengan dirinya sendiri berlalu menuju kamarnya.
Ternyata Sadam ke kamar hanya untuk ganti baju dan memutuskan pergi main saja daripada terus lihat Sharen dia ngayal mulu.. lama2 mimpi basar deh kan ga lucu?? Dibawah dia dapati mami papi numnum dan Sharen yang sedang asik nonton dvd di ruang keluarga mereka. "Mau kemana sayang?" tanya mami ketika melihat Sadam turun sudah rapi. "Mau latihan band mi buat acara pensi sekolah"
"Latihan band dimana Mas? sahut Sharen antusias yang buat Sadam tercengang. "hah... di studio punya temen,, kenapa?"
"Sharen boleh ikut ga mas? Sharen suka musik juga" tanya Sharen takut2 Sadam menolaknya. Sadam mengernyitkan dahinya tanda berfikir "bukannya tadi diajak nonton Numnum dia bilang mau manja2an sama nyokap.. kok malah mau ikut gue sih? gue itu hindarin elu tauuu" monolog Sadam dalam hati tentunya. "Mas... ga boleh ya?" tanya Sharen kembali dengan raut wajah sedih
"iiihhh elu Shar... bukannya lo tadi bilang mau manja2an sm ibu mami/papi? kok mendadak malah mau ikut si Damdam" bukan Sadam yang bicara tapi Sanum "Gue suka musik Num... makanya gue jadi exitid banget denger hal2 semacam itu... sori bukan ga mau nonton sama kamu,, tapi kalau musik gue ga bisa ga pengen..." jawab Sharen malu dan takut Sanum marah. "yaudah terserah kalau Damdam bolehin gue bisa apa??"
"eeeemmmm makasih ya ade kuh sayang yang paling cantik meski tomboy" mami papi hanya tersenyum mengamati tingkah 2 anak gadisnya itu.