Pernyataan Frans membuat kedua alis Nana terangkat tinggi. Ia menatap pria itu lekat dengan wajah penasaran, “Apa itu?” “Aku ingin mengatakannya, namun aku takut kau akan membunuhku. Meski begitu, rahasiaku sangat impas dengan rahasiamu. Setelah kau mengetahui ini, aku yakin kau tidak akan mempermasalahkan luka-lukamu itu lagi.” Jelas Frans dengan satu alis terangkat. Ia menahan senyumnya dengan sangat baik. “Oh.. jadi kau sedang bernegoisasi denganku?” Tanya Nana meski tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang semakin nampak penasaran. Frans menggidik bahu, “Katakanlah begitu. Jadi, apakah kau bisa berjanji tidak akan marah padaku jika aku mengatakan rahasia itu?” Nana menyipitkan kedua matanya, “Apa kau menghamili wanita lain?” “Apa? Tentu saja tidak! Mana mungkin aku melakukan itu.”

