“Em..” Geram Frans pelan dengan satu tangannya yang ia letakkan di antara leher dan ragang Nana. Perlahan, ia mengarahkan kepala gadis itu agar kaitan mereka menyatu semakin baik. Di dalam hatinya, Frans tersenyum senang karena Nana terasa sudah mulai terbiasa dengan kegiatan ini. Sebelumnya, gadis itu sangat kaku sehingga Frans agak kesulitan membuat mereka berdua merasa nyaman. Tanpa sadar, Nana mulai mengerang atas sensasi mengerikan yang menggerayangi seluruh mulutnya yang mendadak terasa penuh dan kelewat peka. Ia terlalu dalam terbuai oleh permainan Frans hingga tidak menyadari sudah sejauh mana pria itu mengeskplorasi satu bagian tubuhnya yang hanya sebatas sebuah mulut. Hanya dengan satu bagian itu saja, Frans berhasil membuat Nana tenggelam di dalam jurang yang membuat kedua mata

