Frans mengalihkan pandangannya pada Bu Rosma, “Aku akan memecat siapa saja yang berani membantu perempuan ini. Biarkan ia melakukan segalanya sendiri. Aku mengetahui siapa saja yang melawanku. Jangan berani coba-coba membantah di belakangku.” “Ba.. baik, Pak. Saya akan memberitahukan yang lain,” Bu Rosma mengangguk takut. Kemudian, Frans berjalan pergi dari dapur itu menuju tangga depan dan menaikinya. Kelihatannya ia kembali lagi ke kamarnya. Begitu Frans sudah pergi, Bu Rosma langsung menghadap Nana, “Mba Nana.. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Bapak jadi seperti ini pada Mba Nana?” tanyanya panik. Nana tersenyum tipis sembari menggeleng, “Ada sedikit masalah di antara kami, Bu. Tapi, Bu Rosma tidak perlu cemas. Aku akan baik-baik saja. Yang penting, Ibu harus mematuhi perintah Pa

