Perasaan Sesungguhnya

1807 Words

Itu adalah pria yang setiap hari menjemput Nana bekerja dan membawanya makan malam. Pria yang selalu memperlakukan Nana dengan sangat manis, namun menjadi terasa dingin ketika sudah sampai ke dalam hati Nana. “Ehem..” Tora berdehem di belakang Nana. Gadis yang sedang termenung sendirian itu tersentak kaget dan langsung menoleh ke belakang, “To.. Tora? Kau sudah datang? Sejak kapan kau berada di sini?” Tora berpura-pura berpikir sejenak, lalu menjawab, “Sejak kau mengatakan bahwa kau bukan ingin berhianat,” ia memberikan nada bertanya. Nana segera bangkit berdiri dari posisi berjongkoknya, “Eum.. Itu hanyalah gumaman bodohku. Ayo kita segera pulang.” Nana berjalan melewati Tora menuju lahan parkir yang bisa dilalui menggunakan jalan belakang kantor yang jarang dilalui oleh karyawan. Nan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD