“Nana..” Frans hendak mengejar langkah Nana, namun gadis itu langsung berbalik kasar dan menunjuknya lagi, seakan jari telunjuknya adalah sebuah pistol. “Jangan berani mengikutiku. Aku benar-benar akan membunuhmu jika kau berani. Kau akan menyesal jika melakukannya.” Ancam Nana nyalang. Tubuh Frans seketika kaku. Ia tidak pernah mempercayai kata-kata Nana yang berkata akan membunuhnya. Ia tidak pernah takut pada ancaman Nana. Namun kali ini, ancaman yang keluar dari mulut gadis itu membuatnya tidak berkutik. Ia benar-benar menjadi takut. Ini adalah pertama kalinya Frans melihat Nana semarah ini. Setelah sudah memastikan bahwa Frans tidak akan mengikutinya lagi, Nana segera berbalik dan melangkah cepat keluar dari ruangan itu. Dalam langkahnya, Nana mengusap air matanya yang mengalir pe

