“Apa kau terluka?” Pertanyaan Frans seketika menyadarkan Nana dari lamunannya. Ia langsung menoleh terkejut pada pria itu, “A-aku baik-baik saja.” jawabnya. Kemudian, kedua mata Nana menyadari tangan Frans yang baru saja bergerak. Secepatnya, Nana langsung meraih sabuk pengaman kursinya dan memasangkannya sendiri sebelum pria itu yang melakukannya. Frans yang memang hendak memasangkan sabuk pengaman Nana, lantas menghentikan gerakannya. Tindakan Nana membuatnya tertawa kecil. Kemudian ia mengembalikan posisi duduknya dengan benar dan mulai melajukan mobilnya pergi dari tempat itu. “Apa yang kau pikirkan, hem?” Suara Frans memecah kesunyian di tengah-tengah mereka. Nana menolehkan wajahnya pada Frans. Entah mengapa ia merasa terintimidasi oleh sikap baik pria itu. Rasanya, Nana lebih m

