Perasaan Tora

1802 Words

“Pria sialan itu..” Gumam Tora geram dengan melepaskan kedua pundak Nana. Ia mengusap mulutnya dengan kesal. Ia sudah menduga hal ini. Tentu saja, seorang pria egois seperti Frans pasti akan melakukan hal seperti ini. Namun Nana segera menggeleng dan menghampiri Tora, “To.. Tora. Dengarkan aku dulu,” Tora menghela panjang untuk mengatur emosinya, lalu berdiri diam untuk mendengarkan Nana dengan menatap gadis itu tajam. “Tora, bisakah kau.. membiarkan Frans?” Tanya Nana pelan. “Apa? Apa maksudmu, Nana?” Kening Tora mengkerut. “Tolong biarkan aku dan Frans. Aku akan baik-baik saja. Percayalah padaku. Frans tidak akan menyakitiku. Ia memperlakukanku dengan baik. Jadi.. tolonglah. Jangan bertengkar karena aku. Kalian berdua adalah sahabat baik. Aku tidak ingin menjadi parasit yang menghan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD