Pemecatan

1682 Words

Nana tidak percaya Bu Tati tega memperlakukannya seperti ini. Ya, Nana paham bahwa ia memiliki kesalahan. Namun, bukankah memarahi pegawai di depan umum seperti ini adalah hal yang keterlaluan? “Maaf jika saya sudah mengecewakan kalian semua. Ya, saya memang terpaksa tidak masuk karena sakit. Namun saya tidak pernah dengan sengaja ingin sakit agar tidak perlu masuk kerja dan menerima gaji buta.” Nana berusaha menjelaskan. Tiba-tiba, Frida, pegawai senior yang sangat membenci Nana, melangkah maju dari kerumunan, “Maaf jika saya lancang, Bu. Sebenarnya, kami para pegawai merasa perlakuan perusahaan ini sangat tidak adil terhadap Nana dan kami. Nana diperlakukan seperti anak emas. Selain kebiasaannya yang bolos kerja seenaknya, kinerja Nana juga sangat buruk sehingga selalu merepotkan rekan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD