“Frans, kau mabuk. Duduklah dulu, aku akan mengambilkan air untukmu.” Ucap Nana dengan berusaha menarik tangan Frans agar pria itu bisa berdiri kembali dengan benar. Namun, usahanya sia-sia karena tubuh pria itu berat sekali. Apa yang Nana lakukan membuat jantung Frans seakan berhenti berdetak. Ketika ia sangat merindukan Nana, tiba-tiba gadis itu muncul dan menempel padanya seperti ini. Mana mungkin ia bisa menahan diri? Namun tiba-tiba Frans mengingat semua hal yang tadi Tora katakan padanya di klub malam. “Jangan menyentuhku, penghianat!” Frans menghempaskan tangannya hingga pegangan Nana terlepas. Nana sangat terkejut. Ia menatap Frans dengan kedua mata melotot, “Jagalah mulutmu, Frans. Aku bukan penghianat seperti yang selalu kau katakan.” “Jika bukan, lalu apa? w************n?” F

