Nana sudah terbiasa hidup luntang-lantung. Tidak punya tempat tinggal, hingga harus tidur di masjid pun sudah pernah ia rasakan. Rumah penuh misteri dan percikan bahaya yang belum diketahui seperti ini, bukanlah masalah besar baginya. Sebab, ia terlahir untuk menjadi sosok gadis yang kuat dan tahan banting. Bagai sebilah pedang, ia sangat tajam dan mematikan karena terus menerus diasah. Gadis itu sudah memutuskan bahwa ucapan Bu Rosma tidak akan menganggu pikirannya sama sekali. Nana tidak tau apa yang menjadi alasan Bu Rosma menilai rumah indah Frans sebagai kandang iblis. Yang berada di benak Nana adalah perilaku Frans yang mungkin suka memperlakukan asisten rumah tangganya dengan semena-mena. Nana bukannya asal berpendapat. Ia memiliki pemikiran seperti itu berdasarkan pengalamannya.

