Nana terdiam dengan menatap Frans balik. Sepertinya ia mengerti apa yang sedang terjadi. Kelihatannya, pria di hadapannya ini sedang mengalami masalah. Itulah yang membuatnya minum-minum hingga mabuk dan berbicara ngelantur. “Aku.. tidak bersandiwara. Aku hanya berusaha untuk bahagia.” Ia tersenyum dengan mengubah posisi berjongkoknya, menjadi duduk di samping Frans. “Apakah itu terdengar aneh bagimu?” Frans mengangguk pelan, “Banyak hal janggal yang kau lakukan. Dan hal ini adalah yang menurutku paling aneh. Kau terlihat bahagia, meski aku tau bahwa hidupmu berat.” “Ah.. Itu sangat ketara, yah? Haha..” Sahut Nana seraya menggaruk kecil kepalanya yang tidak gatal dengan jari telunjuk. Kemudian Nana menarik nafas panjang, “Hidupku memang agak berat. Namun, jika aku terlarut pada apa yan

