Kegoyahan

1749 Words

Selama beberapa saat, suasana terasa canggung, apalagi bagi Nana. Ia duduk di kursi penumpang depan, bersampingan dengan Tora yang sedang menyetir. Di saat ini, Nana baru menyadari betapa tampannya wajah pria itu, apalagi jika dilihat dari samping. Wajah tora yang memiliki hidung mancung runcing dan rahang tegas, memuatnya terlihat sangat maskulin. Ketika pria itu tersenyum, sebuah lesung terbentuk tipis di kedua pipinya. "Mau dengar musik?" Tanya Tora tiba-tiba, karena merasa suasana di dalam mobil yang sunyi. Ia tau, kebanyakan perempuan memang pemalu ketika masih belum terlalu saling mengenal. Karena itu, Tora berpikir untuk mencairkan suasana. Nana tersentak kaget, lalu segera mengangguk canggung, "B..Boleh," Nana mengutuk dirinya dan kedua matanya sendiri. Kira-kira, apakah tadi T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD