Salah Sangka

1797 Words

Udara terasa dingin. Namun selimut yang membungkus tubuh Nana terasa berat dan panas. Itu membungkusnya dengan sangat erat hingga rasanya Nana agak kesulitan bergerak. Tapi itu tidak masalah. Ia juga tidak mau pergi ke mana pun. Ia sedang menikmati memeluk benda ini. Nana tersenyum tipis dengan mengeratkan kakinya yang sedang melingkari benda panjang dan keras itu. Hingga hal tersebut membuat benda itu tiba-tiba berbunyi, “Erghh..” Kedua mata Nana lantas terbelalak lebar. Tubuhnya seketika mematung. Pandangannya masih kabur. Nana terus mengedipkan matanya selagi mengumpulkan nyawanya yang baru kembali sedikit karena ia baru saja agak ngelindur karena berada di antara alam tidur dan terjaga. Suara erangan berat yang seakan berbunyi tepat di samping telinganya membuat Nana terlempar ke du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD