“A-aku benar-benar minta maaf!” Seru Nana dengan berlutut dan menundukkan kepala dalam-dalam. Melihat itu, Frans tersenyum tipis dengan satu siku bertengger di atas pahanya. Jika dilihat-lihat, penampakan mereka layaknya seorang boss mafia dengan seorang b***k yang berlutut memohon pengampunan atas sebuah kesalahan besar hingga membuatnya akan dijatuhi dihukum mati. “Apakah kau tau, Nana? Kau sudah mencela harga diriku dan bahkan memukulku. Biasanya, aku tidak akan memaafkan siapapun yang melakukan hal itu padaku.” Ucap Frans. Nana mengangkat wajahnya dengan tatapan horror hanya untuk melihat Frans yang duduk santai bak seorang kaisar, “Aku sungguh minta maaf. Ke depannya, aku akan berpikir dahulu sebelum bertindak. Tolong maafkan aku untuk sekali ini saja.” “Jika seseorang dapat diamp

