“Oh? Benarkah?” Nana memegang keningnya sendiri, “Sepertinya normal-normal saja,” “Tadi badanmu terasa agak panas,” Ucap Frans dengan mengangkat tangannya untuk memegang sisi leher Nana. Tangan Frans yang menyelinap masuk di antara leher dan pundaknya membuat Nana mematung. Ia tahu Frans hanya ingin memeriksa suhu tubuhnya. Pria itu tidak bisa menyentuh keningnya karena satu tangan Nana yang sudah berada di sana. Namun ia tidak menyangka, hal seperti ini, di dalam keadaan ini akan membuat jantungnya berdegub kencang. Tadinya Frans memang berniat hanya ingin memeriksa suhu tubuh Nana. Namun wajah gadis itu yang merona membuat Frans tersadar bahwa mereka sangat dekat. Jantungnya mulai berdebar keras. Ia merasakan desiran panas yang menggelitik bawah kulitnya dan isi perutnya. Frans tidak

