Melihat Frans yang tiba-tiba datang mengamuk dan menghajar dua temannya, salah satu pria itu langsung melesat ke arah Frans. Namun secepat kedipan mata, Frans langsung menggeser tubuhnya untuk menghindar seraya berputar untuk melayangkan tendangan tinggi pada pria itu dengan kakinya yang panjang. Pria yang ditendang Frans dengan sangat keras langsung tersungkur. Hal tersebut membuat kedua temannya yang lain langsung menyerang Frans secara bersamaan. Di tengah hujan yang turun deras, para pria itu bertarung dengan sengit. Frans sangat marah melihat apa yang pria-pria berengsek ini lakukan kepada perempuan yang ia sayangi. Meski udara sangat dingin di luar tubuhnya, namun di dalam, darahnya mendidih hingga ke kepala. Rasanya ia tidak bisa puas jika belum memecahkan kepala setiap pria itu.

