Seribu Satu Cara

1806 Words

“Be.. benarkah?” Nana hanya tertawa kecil dengan canggung mendengar penjelasan Frans. Ia merasa alasan yang Frans berikan agak tidak masuk akal. Namun ia berusaha mengerti karena Frans adalah orang yang aneh. Dan lagi, Nana tidak pernah berpacaran. Mungkin juga cara berpacaran orang kaya dan orang miskin itu berbeda, sehingga hal ini terasa asing bagi Nana. “Mungkin aku memang sudah membantumu tanpa sengaja, Frans. Tapi kau tidak perlu melakukan ini semua untukku.” Ucap Nana. “Sayangnya, aku memiliki prinsip hidup. Jika aku merasa berhutang budi pada seseorang, maka aku harus membalasnya, meski orang itu tidak menginginkannya. Jika tidak, aku akan kesulitan tidur di malam hari.” Frans berdalih. Penjelasan itu membuat Nana tertawa, “Itu cukup aneh. Tapi jika kau memang merasa seperti itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD