Sudah tiga hari ini aku shalat istiqarah untuk menentukan pilihan, apakah mengikuti kata hati atau wasiat papa. Hingga akhirnya aku mendapat jawaban yang tak di sangka-sangka. Aku bermimpi papa melakukan ijab qabul dengan….dengan Rama. Dua kali aku mengalami mimpi tersebut. Sebenarnya aku pun tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh hatiku. Hanya saja aku merasa seperti ada seseorang yang menghuni hatiku, tapi bukan Rama. Apakah tidak masalah menyimpan dua orang dalam satu hati yang sama? Pagi hari aku putuskan untuk berkeliling komplek, mencari udara segar, sudah lama sekali rasanya aku tidak lari pagi. Di taman aku bertemu dengan Raisya, gadis kecil itu kini mulai tumbuh, saat ini dia duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. “Kak Rania!” sapanya dari jauh. “Hallo Raisya, kamu sama siapa

