“Kak ayo, mau berangkat ke rumah Rama kapan?” teriak papa dari lantai satu. “Iya pa, sebentar lagi Rania turun.” ujarku ketika hendak menyemprotkan parfum beraroma vanilla, aroma kesukaanku. Aku kembali mengecek isi tasku agar tak ada yang tertinggal. Tidak banyak yang aku bawa, hanya handphone, dompet, mukena, satu baju ganti dan…buku diary. Saat sampai di rumah Rama sudah ada Tante Linda yang sedang duduk di kursi depan, serta Rama dan Om Indra yang sedang mengangkut barang-barang ke bagasi mobil. “Hallo, Rania.” Tante Linda menyambutku. Aku pun salim dan memeluk Tante Linda. “Waduh, sebentar lagi mau jadi anak Bandung nih, apa kabar, Ram?” sapa papa pada Rama. “Hehehe iya om, baik Alhamdulillah.” Setelah papa pamit pulang aku langsung duduk bersama Tante Linda, menunggu Syifa ya

