“Astagfirullahaldzim, pa bangun pa!!!!!” suara itu yang pertama kali aku dengar ketika bangun tidur, ku lihat jam dinding menunjukkan pukul lima pagi. Aku langsung turun menuju kamar papa dan mama. “Kenapa ma?” tanyaku panik. “Papa pingsan lagi, Ran.” “Ya Allah, kita ke rumah sakit aja ya, ma.” tanpa menunggu jawaban dari mama, langsung ku siapkan mobil. Dalam perjalanan menuju rumah sakit pikiranku sangat kacau, beberapa kali mobilku di klaksoni oleh kendaraan lain, mama sempat minta untuk berhenti dan naik taksi saja, tapi akhirnya aku berhasil mengendalikan emosiku. Sampai di rumah sakit papa langsung diperiksa di UGD, aku dan mama hanya bisa berdoa sambil menunggu penjelasan dari dokter. “Tensinya tinggi sekali bu, untuk beberapa hari ke depan bapak harus dirawat di rumah sakit

