Bagian Dua Puluh Lima

1374 Words

“Ngomongin apa sih kalian, serius amat, ngomongin gue ya?” Syifa tiba-tiba menghampiri sambil membawa mangkuk yang berisi buah-buahan. “Kalo ngomongin elo, gak akan seserius ini.” jawab Rama santai. Syifa hanya memanyunkan bibirnya. “Guys guys, setelah makan-makan rencananya kita mau ngapain?” tanya Syifa. “Belum ada rencana.” jawabku. “Lo Ram?” Syifa menoleh ke arah Rama. “Me too Syifa” “Nah, kalo gitu boleh ya gue yang usul apa rencana kita selanjutnya?” tanyanya tak yakin. Aku dan Rama hanya mengangguk. Setelah itu Syifa menjelaskan secara detail apa rencanya. “Yakin mau main ini?” aku bertanya ragu. “Yakin lah, kenapa? Lo ga berani?” tantang Syifa. “Kalau Rania gak mau, kita gak usah main deh.” Rama angkat suara. “Kata siapa gue gak mau? Kata siapa gue ga berani?” “Ok, kalo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD