Bagian Dua Puluh Dua

923 Words

Ketika masuk rumah kulihat mama dan papa sedang berbincang di ruang TV, “Assalamualaikum” ucapku kepada mereka berdua. Mereka menoleh ke arahku, mereka menatapku dengan tatapan serius, “Darimana kok baru pulang?” tanya papa. “Abis ke Gelanggang Samudra pa sama Rama.” jawabku sedikit takut karena papa dan mama menatapku dengan tatapan tajam. “Terus kenapa telepone mama gak diangkat?” “Iya aku sama Rama gak ada yang bawa handphone, maaf pa, ma.” “Kamu tau gak kalau surat kelulusanmu sudah datang?” tanya mama seraya menunjukan sebuah amplop panjang yang ada di tangannya. “Itu surat kelulusan ya? Terus gimana? Rania lulus tidak?” Papa menatap mama, mama menatap papa. Mereka saling berpandangan. “Jawab ma.” perintah papa “SELAMAT RANIA KAMU LULUS!” Setelah mendengar perkataan mama, saa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD