Ketika mendengar adzan Subuh kedua mataku terbuka, jika dulu aku membutuhkan alarm agar bisa terbangun di waktu subuh kini aku tidak memerlukan lagi. Seolah ada telepati yang menghubungkan aku dengan waktu Shalat Subuh, jadi hanya dengan mendengar suara adzan Subuh saja aku sudah bisa terbangun. “Alhamdulillah, Ya Allah.” setelah membaca doa bangun tidur, kembali aku mengucap Syukur kepada Allah karena masih memberi nafas hingga saat ini. Empat hari lagi aku akan mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri, jadi sudah dua minggu ini aku mendapat pelajaran tambahan dari Kak Riza. “Kita fokuskan belajar materi yang kira-kira akan diujikan ketika tes saja ya.” ucap Kak Riza. Setelah belajar selama tiga jam, kami memutuskan untuk istirahat sejenak. “Oh iya Ran, saya belum cerita sama

