Setiap hari Ica melakukan ke sehariaannya seperti biasa. Toko dia tutup rapat-rapat karena tidak ingin kejadian di luar nalar manusia atau luar pikirannya terjadi lagi dan terulang lagi di ke hidupannya.
Setelah dia merasa aman dan dia mematikan lampu di toko itu tinggal di ruang administrasi yang hidup lampunya. Setelah dia merasa sudah selesai dia melihat jam sudah jam 11 malam. Dia tidak berani pulang dan memberitahukan kepada ibunya bahwa dia akan tidur di cafe.
Halo Bu, Ica tidak pulang ya. Ibu lebih baik tidur dan istirahat karena Ica tidur di cafe.
Ya sudah sayang, istirahat yang cukup jangan terlalu lelah untuk bekerja.
Ya, Bu. Semoga mimpi indah
Ica mematikan hpnya dan mengambil posisi di sofa. Dia sudah biasa seperti itu jika kerjanya belum siap maka dia akan bermalam di sini. Setelah paginya dia pulang untuk mandi dan sarapan di rumah nya. Setelah beberapa saat dia merasa lapar karena sejak dari tadi belum makan dia mencoba menahan rasa laparnya tapi kali ini dia terganggu dan tidak bisa tidur. Sehingga dia bangun mengambil mie instan untuk ganjalan perutnya.
Setelah itu dia tidur nyenyak dan paginya dia pulang. Sampai di rumah ibunya menyiapkan sarapan untuk nya sebelum dia berangkat kerja. Tapi, dia merasa mual dan nggk enak badan. Biasanya dia suka mau masakan ibunya tapi perutnya tidak bersahabat. Sehingga dia menutup hidungnya dan meminta kepada ibunya membuang makanan itu. Dia hanya ingin makan nasi goreng saja, Ibunya merasa aneh.
Ica, kamu kenapa sayang?
Ibunya bertanya dan khawatir.
Aku tidak suka bau makanan itu Bu, Sup itu nggk enak terasa bau.
Bukannya kamu menyukai sup ikan buatan Ibu?
Ibunya keheranan melihat tingkah laku anaknya yang tiba-tiba perubaj.
Aku merasa mual Bu, ....
Baiklah, Ibu buat kan yang baru mungkin kamu masuk angin.
Mungkin karena semalam aku makan Mie instan. Makanya perutku terasa menolak,
Pikir Ica yang sedang menunggu nasi goreng ayamnya.
Setelah dia makan dia mau berangkat kerja tapi badannya masih lemah dan tarasa pusing. Sehingga dia jatuh dan pingsan dan Ibunya khawatir beserta cemas.
Ibunya membawanya ke klinik terdekat dengan bantuan tetangganya. Di ruang pasien tinggal ibunya dan Ica yang masih belum sadar. Ibunya sedih dan menangis di sampingnya Ica. Tak lama Ica bangun dan sadar.
Ibu, kenapa ibu menangis saya baik-baik saja.
Dosa apa yang telah kamu perbuat Ica?
Ibunya masih menangis dan sambil bertanya dan mengharapkan penjelasan dari Ica.
Maksud ibu apa? Ica tidak mengerti.
Ica siapa yang melakukan itu padamu?