Malam yang buruk
Jalan yang begitu sepi.... Tak terlihat siapa-siapa, namun ada ada kecil yang sedang berlari-lari di jalan dia gadis yang tersesat. Anak itu berlari terus dan tidak menemukan ujung dari perjalanan yang dia lalui.
Aku dimana? Ayah, Ibu... Ica takut.
Hik...hikkk.. hhikkkk ibu......
Sebuah langkah kaki besar berjalan menuju kearahnya. Manusia itu besar dan hitam. Semakin lama semakin mendekat kearah Ica......,
Tolong.....
Ica terus menangis dan menangis. Sehingga pada saat makhluk hitam itu mendekatinya. Ica kaget dan pingsan. Setelah beberapa waktu lorong itu terang seketika, semua orang berjalan lalu lalang. Waktu begitu cepat berlalu, malam pun tiba..... Ica pun terbangun dan masih di tempat ynag sama.
Kenapa kepalaku terasa sakit ya?
Aku ada di mana.. ... Kenapa tempat ini begitu sepi.
Halo...., Apakah ada seseorang di situ??.
Tak ada seorang pun yang menjawab. Ica mencoba bangun berjalan selangkah demi selangkah, dia mencari ujung jalan itu tapi jalan itu tetap saja yang di lalui ya tadi.
Secara tiba-tiba sebuah bayangan melewatinya...., Bulu kudunya Ica berdiri dan terlihat dia mulai takut tapi kali ini dia tidak menangis.
Ibu....., Kalian ada di mana?
Ayah.... Ica takut yah....
Tapi Sebuah bayangan tadi berdiri di depannya dan meminta kepadanya untuk ikut bersamanya namun Ica tidak berkata apa-apa. Dia mengikuti langkah kaki itu secara pelan pelan sehinga makhluk itu berhenti di sebuah rumah kecil dan menyuruh Ica masuk ke dalam rumah itu.
Ica masuk ke dalam rumah tanpa bertanya kepada makhluk itu.